Pages - Menu

About

Tuesday, November 8, 2011

Pesepak Bola Muslim



Stephen Appiah: Di awal karirnya merumput di negara Italia, Appiah mengalami kesulitan dalam mencari restoran yang halal.

Frederic Kanoute: Menolak menggunakan seragam Sevilla karena disponsori oleh rumah judi, bahkan ketika seragam itu digunakan, Kanoute menutupinya dengan plester hitam. Pada 2007, ia pernah mengeluarkan uang sebesar US$ 700.000 dari kantong pribadinya untuk menyelamatkan sebuah masjid di Sevilla dengan cara membelinya masjid yang status sebelumnya adalah sewa, karena masjid itu adalah satu-satunya masjid di kota tempat ia dam umat muslim lainnya beribadah.

Christian Negouai: Ia terpilih sebagai pemain yang wajib di tes doping dan harus diambil sample urine-nya. Karena Negouai sedang berpuasa maka urine itu tidak mau keluar, Kevin Keegan (Manajer Manchester City kala itu) menyodorkannya air putih untuk diminum agar urine-nya bisa segera keluar,namun Negouai tetap menolaknya karena ia sedang berpuasa. Negouai memilih membayar denda 2.000 pound dari kantongnya daripada harus membatalkan puasa.



- Menurut Reuters, Samir Nasri dan Kolo Toure demi menjaga stamina, memilih menangguhkan puasa saat di musim kompetisi. Ini juga dikarenakan beratnya latihan yang harus mereka jalani ketika mereka berpuasa.

Abdelkader Ghezzal: Memilih tidak menjalankan ibadah puasa di hari pertandingan Siena karena cuaca Eropa di musim panas yang sangat menyulitkan, di siang hari akan lebih panjang dibanding malam, matahari akan tampak lebih dari 13 jam lamanya, khusus di Italia suhu bisa mencapai 35-40 derajat celcius, dengan matahari baru benar-benar tenggelam sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Kolo Toure mengaku pernah mencoba tetap berpuasa, tapi kondisi latihan berat memaksa ia membatalkan puasanya. "Tapi saya pasti akan menggantinya di hari atau bulan lain. Itu adalah konsekuensi sebagai seorang muslim," ujar Toure.


-Mesut Ozil pemain timnas Jerman dan saat ini bermain untuk Real Madrid


Kebanyakan pesepakbola muslim yang konsisten dengan Islam mengaku menemukan ketenangan dalam hidup, sumber kekuatan, dan kedamaian dalam Islam, berikut diantaranya:



1. Frederic Oumar Kanoute: Tetap menjalankan ibadah puasa saat Ramadhan meskipun harus bertanding selama 90 menit, dan suhu yang bisa mencapai 40 derajat celcius. Tahun lalu di bulan Ramadhan di Eropa siang hari lebih panjang waktunya daripada malam hari, matahari bersinar selama 13 jam dari pukul 6.30 pagi hingga 20.00. Dan pertandingan biasanya digelar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa.

2. Rami Shaaban: Pemain sepakbola yang istiqamah mengikuti ajaran Islam, rutin mengkaji Al-Quran dan menjadikan Al-Quran panduan dalam menjalani hidupnya. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.

3. Kolo Toure: merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.

4. Franck Ribery: Mualaf setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Memiliki nama Islam yaitu Frank Bilal Ribery. Menurutnya Islam membawanya pada keselamatan. Islam yang menjadi sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. Di saat ia mengalami masa-masa sulit dalam karirnya, Islam datang memberikan kedamaian. Ribery mengaku sebagai seorang muslim yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib 5 waktu.

5. Nicolas Anelka: Mualaf yang memeluk Islam saat bermain di klub Turki Fenerbache. Memiliki nama Islam yaitu Abdul-Salam Bilal. Dalam wawancara yang dimuat di Match, majalah terbitan Perancis Anelka berkata, "Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan. Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan akhirnya saya menemukan Islam." Anelka tetap menjalankan puasa 1 bulan penuh meskipun di tengah kompetisi.

6. Momo Sissoko serta Sulley Muntari: Mereka adalah pesepakbola muslim yang tetap memilih menjalankan puasa di bulan Ramadhan meskipun ada pertandingan.

7. Mahamadou Diarra dan Anthar Yahia (Bochum): Memilih tetap menjalankan puasa, menurut dia, berpuasa justru memberi kekuatan untuk mengatasi kesulitan.

8. Robin Van Persie: Seorang mualaf. Menurutnya Islam adalah agama yang indah dan lembut, di sini ia menemukan keteduhan dan ketenangan.

9. Mehdi Mahdavikia (Eintracht Frankfurt): Tidak mengalami hambatan berarti saat Ramadhan. Pemain yang kini berusia 32 tahun ini menata dietnya sedemikian rupa sehingga sanggup menjalani laga-laga keras di Liga Jerman (Bundesliga). "Saya selalu makan dan minum banyak saat sahur. Tanpa minum saat latihan pagi dan sore tak berpengaruh buat saya," kata Mahdavikia. Menjalani ibadah puasa dan bermain di salah satu liga keras di Eropa, diakui Mahdavikia sangat berat. Tapi, latihan dua kali sehari tak mengganggu langkah gelandang dan sayap kanan Iran di Piala Dunia 1998 dan 2006 ini.
 Beberapa tahun ke belakang di negara Jerman, pesepakbola muslim mendapat halangan berpuasa di bulan Ramadhan, bahkan untuk klub FSV Frankfurt (klub divisi II Bundesliga) menerapkan larangan berpuasa, dan hal ini ada dalam klausul kontrak kerja mereka. Klub beralasan bahwa pemain sepakbola harus tetap memiliki stamina prima setiap hari untuk latihan dan pertandingan.
Untuk menjawab permasalahan ini Badan Liga Sepak Bola Jerman (DFL) dan Dewan Pusat Umat Muslim Jerman (Central Council of Muslims) meminta saran dari Al-Azhar yang merupakan institusi theologi Islam terkemuka. Akhirnya Al-Azhar mengeluarkan pernyataan bahwa, "Selama bulan Ramadhan pesepakbola muslim yang sedang berpuasa diperbolehkan membatalkan puasa jika itu dirasa mengganggu performanya."
Dan pernyataan serupa pun juga dikeluarkan oleh Badan Fatwa dan Penelitian Muslim Eropa, "Pesepakbola muslim yang harus bertanding selama bulan Ramadhan tidak perlu untuk menjalankan puasa dan menggantinya di waktu lain. Lagipula, menjaga kesehatan tubuh adalah salah satu ajaran Islam," ujar sekjen badan perwakilan muslim Jerman, Aiman Mazyek seperti dikutip Bild.
Pada akhirya, sekarang tinggal dikembalikan kepada para pesepakbola seperti Franck Ribery, Serdar Tasci dan kawan-kawan, apakah mereka tetap ingin menjalankan puasa sebulan penuh atau berpuasa hanya pada hari-hari tertentu saat tidak ada latihan dan pertandingan.
Namun bagi pemain FC Koln, Adil Chichi dan Youssef Mohamad beranggapan bahwa puasa tidak membuat gerak kita terbatas, mudah lelah dan lain sebagainya. Puasa telah mereka jalankan selama bertahun-tahun sehingga meraka paham dengan reaksi tubuh mereka.  Christopher Lymberopoulos, juru bicara FC Koln mengatakan, "Mereka melakukan apa yang selalu mereka lakukan, melatih keyakinan agama mereka sembari bekerja sebagai atlet professional."

No comments:

Post a Comment